Tampilkan postingan dengan label KEMITRAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEMITRAAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2022

Dolokgede Suspeck PMK, Ustan Mandiri Rencanakan Penyemprotan Disinfektan Masal

 

ustan mandiri

Bojonegoro, 22 Mei 2022.  Dolokgede Suspeck PMK, Ustan Mandiri Rencanakan Penyemprotan Disinfektan Masal.  KTT ( kelompok tani ternak ) Ustan Mandiri Kerjasama ademos ( asosiasi untuk demokrasi dan kesejahteraan sosial) Rabu 25 mei 2022 berencana melakukan kegiatan sosial penyemprotan disinfektan masal di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Penentuan dan kesepakatan pelaksanaan di ambil dalam pertemuan kelompok yang dihadiri oleh PTP ( petugas teknis peternakan ) Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro 22/5/2022 di sekretariat Ustan mandiri.

Muhammad Ali, Ketua Kelompok menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut akan di dukung sepenuhnya oleh Lembaga Sosial Masyarakat ademos Indonesia.           “ Kegiatan ini kerjasama dengan ademos indonesia untuk membantu mengantisipasi dan mencegah penularan PMK di Wilsumbit “ ujarnya, saat memberikan pembukaan pertemuan kelompok.

Di tempat yang sama, Lilik Sulistya , PTP menghimbau kepada kelompok agar tidak panik dan cemas terhadap adanya virus PMK, “ Kepada seluruh anggota kelompok, jangan merasa panik dan cemas terhadap PMK “ ungkapnya saat memberikan penjelasan tentang virus di pertemuan kelompok tersebut.

Menurut PTP, Penyakit tersebut sudah pernah muncul di indonesia pada tahun 1986 bahwa penyakit tersebut dapat di obati dan diatasi, tetapai perlu diwaspadahi oleh para peternak.


Jumat, 20 Mei 2022

Datangangi ademos, Ustan Mandiri Ajak Lembaga Tenangkan Para Petani Ternak Dolokgede

 

ustanmandiri

Bojonegoro, 20 Mei 2022. Datangangi ademos, Ustan Mandiri Ajak Lembaga Tenangkan Para Petani Ternak Dolokgede.  Lembaga pemberdayaan masyarakat,  ademos,  ( asosiasi untuk demokrasi dan kesejahteraan sosial) yang berkantor di desa dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Jumat, 20 mei 2022 di datangi 3 pengurus Ustan Mandiri di kantornya, kedatanganya bermaksud untuk saling sinergi dan berkolaburasi untuk memberdayakan petani ternak yang berada Wilayah Sumber Bibit Bojonegoro.

Muhammad Ali, Ketua Ustan Mandiri menjelaskan maksud dan tujuan berkunjung di kantor ademos adalah, menjalin kerjasama dalam mengantisipasi dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) pada hewan ternak sapi yang sudah menyebar di beberapa kabupaten diwilayah  jawa timur akhir akhir ini.

“Mas Dhory, Menanggapi masalah merebahnya PMK di wilayah jawa timur akhir akhir ini, gimana kalau Ustan Mandiri kerjasama ademos melakukan kegiatan sosial penyemprotan disinfektan ke kandang kandang peternak “ ungkap Ali.

Ungkapan penawaran kerjasama yang  sempat di lontarkan ketua Ustan Mandiri mendapat respon positif dari ademos, bahwa apa yang akan di lakukanya itu adalah kegiatan yang bisa membantu meredam susasana hati cemas peternak.

Di tempat yang sama, Ketua ademos, M. Qundhory, mengatakan ademos siap mensupot obat disinfektan dan viatamin sapi di acara penyemprotan  masal yang akan datang.

“ Kami sepakat untuk suppot disinfektan dan vitamin untuk acara tersebut” tandasnya saat ditemui pengurus Ustan Mandiri di kantornya. “ tindak hanya peternak desa dolokgede saja tapi nanti bisa di lakukan di semua kelompok yang menjadi binaaknya Ustan “ imbuhnya.

Terkait dengan akan dilakukannya penyeprotan masal, Lilik Sulistya PTP ( petugas teknis peternakan ) kecamatan tambakrejo menghibau pada petani sementara jangan mendatangkan sapi dari luar daerah yang terdampak.

Selain itu beliau juga berpesan, bilamana peternak melaksankan penyemprotan disinfektan ke ternak sapi yang terindikasi PMK, peternak wajib membersikan pakaian dan mandi sesusai pelaksanaan, dan jangan memberi atau memegang pakan yang akan di berikan ternaknya.

Kegiatan penyemprotan disinfektan kerjasama Ustan Mandiri dan ademos rencanaya akan di laksanakan minggu depan sesuwai rencana.


Selasa, 03 Maret 2020

Ulah KTT di Lebak, Kemitraan Ustan Mandiri Kena Imbas


 
Rapat Kelompok Devisi Penggemukan sapi Bersama PT Berdikari dan Ademos
Ustanmandiri.com  Ulah KTT di Lebak, Kemitraan Ustan Mandiri Kena Imbas, PT Berdikari Persero Milik BUMN ( Badang Usaha Milik Negara)  yang bermitra dengan KTT ( kelompok tani ternak ) Ustan Mandiri Desa Dolokgede Kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro Jawa Timur, sudah mulai menurun semangatnya. 

Devisi PK ( penggemukan) sapi potong KTT, selasa siang, pukul 13, 30 Wib 3 Maret 2020, Ketua devisi  PK Dasri, telah mengadakan pertemuan bersama Lembaga dan PT Berdikari untuk membahas kelanjutan kemitraan yang molor tak ada titik temunya. 

Dalam pembahasan perpanjangan kemitraan di sekertariat KTT, Ketua Devisi PK menayakan terkait molornya pencairan dana pengadaan sapi  kepihak Berdikari, yang sampai saat ini blm ada kepastian dari PT. 
 
Perwakilan PT Berdikari Persero,  Saifudin menjelaskan bahwa keterlambatan dana kemitraan dikarenakan ada salah satu kemitraanya yang berada di Lebak Baten  Jawa Barat belum bisa melunasi dana yang dipinjam KTT tahun 2019 lalu,
“ Ada salah satu Kelompok Tani Ternak kemitraan Berdikari yang berada di Lebak Banten belum melunasi dana kemitraan” tutur pendamping Berdikari yang ditugaskan di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo.
 
Disisi lain Lembaga penjamin kemitraan Ademos, ( asosiasi demokrasi untuk kesejahteraan sosial) mengatakan bahwa PT Berdikari sampai hari ini, belum ada jawaban yang pasti terkait kapan dana pengadakan ternak turun kepada lembaga penjamin.  
                 
“ Pihak Berdikari belum ada jawaban yang pasti tentang kapan turunya dana pengadaan sapi” Kata Farid, perwakilan Lembaga penjamin dari  Ademos  saat menyampaikan keterangan di dalam musyawarah pembahasan perpanjangan kemitraan diKTTUstan Mandiri.

Ketua Devisi Penggemukan sapi Dasri,  merasa kecewa  dengan adanya kemoloran pencairan dana pembelian sapi yang tidak kunjung cair, Meihat momentumsaat ini , tanaman rumput yang sudah tumbuh subur dan waktunya panen tidak dapat dimanfaatkan,  “ Dengan molornya pencairan dana kemitraan  berdikari , aku sangat kecawa” ungkapnya saat menyampaikan sikapnya di pertemuan pembahasan PK.

Ketepatan dalam pelunasan dana kemitraan, KTT Ustan Mandiri tak pernah ada masalah, hanya karna salah satu KTT kemitraan menyeleweng semua kena imbasnya.

Dalam waktu dekat Ketua KTT, Muhammad ali akan memberikan surat hasil keputusan musyawarah Devisi PK kepada PT, “ Saya akan sampaikan hasil musyawarah ini dalam bentuk konten, yang akan saya kirim ke PT pada waktu dekat “ pungkasnya saat memberikan sikapnya dihadapan anggota Devisi PK.

Rabu, 30 Oktober 2019

BUMDes Kerjasama KTT Ustan Mandiri Produksi Pupuk Kompos Organik

ustanmandiri.com   Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dolokgede Bumi Makmur, kerjasama dengan Kelompok Tani Ternak (KTT) Ustan Mandiri memproduksi Pupuk organik dengan bahan bahan  kotoran ternak.

Upaya membangun Desa terus dilakukan untuk mencapai sebuah inovasi Desa yang dapat menghasilkan pendapatan ekonomi Desa, itulah semboyan utama dari para pemuda bangun Desa ini.

Pertemuan yang sangat singkat dengan memakan waktu satu jam untuk membahas peraturan - peraturan yang bisa disepakati kedua belah pihak.

Rabu, 30 oktober 2019, pukul 11 : 00 waktu setempat,  empat pemuda pengurus BUMDes dan KTT ustan Mandiri mengadakan pertemuan kusus antar pengurus untuk membicarakan  MOU ( memorandum of undertanding ) kerjasama antar lembaga.

Ketua BUMDes, Ahmad Hadi Shodikin menjelaskan bahwa rumah kompos yg telah dibangun Desa tahun 2018 telah resmi diserahkan BUMDes oleh pihak pemerintah desa,maka dari itu hak sepenuhnya adalah ditangan BUDes,  dan kini resmi dilimpahkan kepada  ustan mandiri untuk dikelola produksi pupuk,   " BUMDes dalam kerjasama ini hanya bisa  memberikan fasilitas kegiatan produksi pupuk saja,  selainya itu BUMDes belum mampu mengkafernya" tandasnya saat memberikan penjelasan syarat kerjasama kepada ustan mandiri di sekretariat Ustan.

Di tempat yang sama,  pihak Ustan menerima persyaratan yang diajukan BUMDes dengan Peratan dan modal sepenuhnya akan di hendel pihak Ustan mandiri selaku pelaksana produksi, " untuk alat alat dan modal biar kelompok kami yang melengkapi " tutur Ali Ketua Ustan Mandiri selaku pengambil keputusan.

Dalam kerjasama antara BUMDes dan Kelompok Ternak, kedua belah pihak telah menyepakati  dan menyetujui MOU yang diajukan BUMDes Dolokgede Bumi Makmur,  untuk segera dilakukan kegiatan produksi pupuk organik di Desa setempat.



Sabtu, 10 November 2018

PT Berdikari Droping Sapi Bakalan di Ustan Mandiri


10 Ekor sapi bakalan diturunkan Berdikari di Ustan Mandiri

Ustanmandiri.com Tambakrejo- Kelompok tani ternak ustan mandiri Desa Dolokgede Kec. Tambakrejo, Kab. Bojonegoro Jawa Timur sabtu siang 10/11/2018 didroping 10 ekor sapi jantan lemosin untuk digemukan.

12 anggota kelompok yang rencananya masing-masing mendapatkan tiga ekor sapi jantan jenis lemosin dengan berat badan rata-rata 144 kg dengan harga timbang Rp.45.000.
Program kemitraan di bidang peternakan oleh PT Berdikari Persero, salah satu Badan Usaha Milik Negara(BUMN) dengan mitranya kelompok tani ternak Ustan Mandiri mendirikan membuka usaha  penggemukan sapi potong.

Ketua kelompok tani ternak Muhammad ali menjelaskan " kemitraan ini terbentuk atas kolaborasi antara kelompok ternak dengan Pemerintah Desa (pemdes) serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LSM) ademos yang intinya saling bersenergi dalam membangun Desa" menurutnya.

"42 ekor sapi bakalan yang rencananya akan dikirim ke kelompok tani ternak ustan mandiri, baru  10 ekor yang distrubusikan; yang lain bertahab " sambung ketua kelompok.

Ditempat lain, Dasri salah satu anggota kelompok mengaku sangat senang " alhamdulillah akhirnya permohonan saya dikabulkan” ungkapnya saat ditemui tiem media ustanmandiri.com  dolokgede.

Kemitran dengan Berdikari kelompok harus mentaati peraturan-peraturan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, selain bunga 6% pertahun kelompok harus mentaati yang lain.

Jumat, 02 November 2018

Ustan Mandiri Lakukan Kemitraan Dengan PT Berdikari Persero


Antusian para anggota kelompok mengisi formulir dari PT Berdikari Persero.
ustanmandiri.com  Assesment perlengkapan data anggota kelompok tani ternak ustan mandiri yang akan mendapatkan program kemitraan PT Berdikari Persero kemarin siang 2/11/2018 telah lolos diferifikasi.
Kelompok ternak yang satu satunya di Desa Dolokgede Kec. Tambakrejo, Kab. Bojonegoro Jawa Timur telah dipercaya oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bermitra dibidang peternakan yakni penggemukan sapi.
3 ekor yang nantinya akan diterima oleh 14 anggota kelompok,  kamis siang kedua belah pihak telah menyepakati dengan ketentuan berat badan sapi empat kwuintal per ekor.
Asep perwakilan PT Berdikari mengatakan "Banyak Kelompok ternak yang telah bermitra dengan Perusahaan diseluruh wilayah indonesia salah satunya adalah Ustan Mandiri Bojonegoro; kemitraan ini diharapkan dapat membantu dan meningkatan ekonomi keluarga peternak " tandasnya
Bersamaan' ketua kelompok Muhammad Ali mengatakan " Program kemitraan ini sama dengan sistim perbankkan" menurut Ali anggota kelompok wajib mengembalikan modal awal yang telah di berikan oleh PT kepada anggota kelompok dengan ketentuan yang telah disepakati kedua belah pihak.
Perjanjian tersebut berupa wajib mengembalikan modal dengan  bunga 6% pertahun, bunga tersebut akan turun menjadi 3%  apa bila kelompok masih meneruskan kemitraan dengan PT di tahun berikutnya.
Sang Pelopor Peternakan Muda ini berharap program kemitraan bisa menjadikan lapangan pekerjaan serta mampu menyejahterakan masyarakat peternak serta  Desa agar menjadi Swasembada daging di Indonesia imbunya.
Terpisah, Mustopo 37 th anggota kelompok mengaku senang dengan adanya kemitraan yang dilakukan kelompoknya " saya sangat berterima kasih dan merasa senang sekali dengan adanya kemitraan yang dilakukan oleh kelompok, harapan saya dari program ini bisa meningkatkan pendapatan keluarga". (ali)

Sabtu, 27 Februari 2016

USTAN MANDIRI KERJASAMA DENGAN SINAR ABADI DESA BAKALAN TAMBAKREJO

Pengiriman Bakalan di kelompok ternak Sinar Abadi Desa Bakalan Takbakrejo
" Briding " sistim inilah yang di lakukan oleh kelompok tani ternak ustan mandiri desa dolokgede,dengan sistem ini para kelompok lebih tertarik dari pada penggemukan yang di lakukan oleh para pelaku peternakan pada umumnya.

Menurut Kelompok ustan mandiri briding lebih rumit tetapi sangat menguntung dari pada penggemukan, akan tetapi penggemukan jika tidak mempunyai kerjasam antar kelompok briding atau pengembangbiakan, maka kelompok penggemukan juga akan menghadapi permasalahan di sekmen bakalan.

Suksesnya penggemukan harus di sertai dengan bibit / bakalan yang setandar bakalan, dari bentuk maupun jugroknya bibit/ bakalan sbagus bisa mempercepat pertumbuhan dari segi berat badan dengan di topang pakan yang bagus dan setandar penggemukan.

Di sini yang dimaksud setandar pakan penggemukan yaitu pakan yang  cukup dengan koposisinya yang di anjurkan untuk penggemukan, serat yang cukup, protein, karbohidrat, dan juga mineral yang cukup akan menjadi pakan yang bisa memenuhi kebutuhan ternak itu sendiri.

Kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri bekerjasama dengan kelompok ternak Surya Abadi dalam penyuplaian bibit / bakalan untuk di gemukan, karena kelompok ustan mandiri bergerak di bidang briding sedangkan kelompok sinar abadi bergerak di penggemukan, maka dari itu ustan mandiri bisa melayani kelompok tersebut untuk menyuplaian bakalan dengan harga setandar pasar.

Menurut ketua kelompok ternak surya abadi Parno 25 tahun, dengan cara inilah para anggota kelompok kami  bisa menghindari dari para blantik dengan harga yang tak wajar dengan harga pasar,  oleh sebab itu kelompok ternak surya abadi memilih kerjasama dan saling memberdayakan antar kelompok.



Senin, 04 Januari 2016

BENTUK KERJASAMA YANG TAK NAMPAK OLEH SANG PETANI DAN PETERNAK

ustan mandiri
Awal tahun 2016 adalah tahun yang menjadi momentum bagi petani dan peternak desa dolokgede yang mana pada awal tahun ini para petani memulai memetik kacang hijau yang telah menguning bertada sudah tua dan harus dia panen. Petani menanam dengan waktu  70 hari dengan harapan bisa memanen dengan sempurna, tahun sebelumnya petani desa dolokgede gagal untuk memanen kacang hijau yang di tanamnya, dengan susayah payah mereka rawat dengan harapat bisa menuai hasilnya, tapi apalah daya cuaca alam tak mau mendukungnya hanya pasrah yang mereka sampaikan..

Begitu pula dengan peternak juga terkena imbasnya, petani tak dapat menuai hasil panen peternakpun juga bisa kelabakan, kenapa peternak demikian?  pada saat itu kondisi cuaca tak bisa kompromi hujan yang terus menerus menjadikan peternak susah untuk mendapatkan rumput dan juga limbah hasil para petani yang gagal panen.

sawah mereka sudah tergenang penuh air di sebabkan tak ada rumput yang tumbuh di persawahan.
Tahun 2016 adalah tahun yang menjadi tahun berkah bagi tani ternak, pertumbuhan rumput yang tumbuh dimanan- mana menjadikan pemanjaan bagi para peternak untuk menyabitnya. Begitu pula dengan hasil  limbah pertanian  yang terbuang oleh petani kini di manfatkan oleh peternak dengan baik.

Musim saat ini berpihak pada kita tanaman petanipun juga bisa mereka nikmati hasilnya, begitu juga peternak juga memanjakan ternaknya dengan pakan hijauan yang melimpah ruah di mana-mana.

Petani dan Peternak tak dapat di pisahkan, sebab pelaku keduanya ini adalah sama - sama saling membutuhkan satu sama lain.