Selasa, 21 Mei 2024

Tiga Kelompok Ternak Binaan UB dan Bank Indonesia Jawa Timur Studi Banding di Bengkel Ternak Yogyakarta

ustan mandiri

Sleman Yogyakarta, Selasa 21 Mei 20224, kelompok ternak Bojonegoro Tuban, binaan Fafet UB (universitas brawijaya ) & BI (Bank Indonesia) Provinsi jawa timur, studi banding di Bengkel Ternak desa Kalijeruk Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebuah Peternakan yang bergerak dibidang penggemukan sapi potong dan domba kambing serta unggas dengan sepesialis membenahi pedetan- pedetan yang  kekurangan gizi untuk di optimalkan kembali, seperti pedet yang lahir  normal  tidak kekurangan susu dan nutrisi apapun dari indukannya, solusinya adalah di " Bengkel Ternak" Yogyakarta.

Perwakilan Bank Indonesia jawa timur, Yani Sudjianto,  dari kegiatan sutudi banding tersebut  yang dilaksanakan  di Yogya,  peserta dapat menggali ilmu lebih dari peternakan sapi potong " Bengkel Ternak " untuk ditularkan kepada anggota peternak lainya.

Dr. Nanang, dari Fafet Fakultas Peternakan Brawijaya Malang, menyampaikan bahwa studi banding yang di ikuti tiga kelompok binaan BI dan UB dapat  mendorong peternak dalam mengembangkan sektor peternakan yang lebih baik  dan berkelanjutan. 

Sofi ul Anam, Bengkel ternak,  mengatakan bahwa sapi sapi yang di rawat di kandang semuanya bermula pertumbuhannya  tidak bisa  normal akibat kekurangan nutrisi pakan yang cukup, " Kami Membeli sapi sapi yang murah, yang tidak sakit ,kurus akibat kekurang nutrisi pakan yang cukup untuk kami benahi dan gemukan, terutama pedetan " Pungkasnya saat memberikan materi sebelum kunjungan di kandang.


Kegiatan setudi banding yang di laksanakan oleh UB dan BI jawa timur membawa tiga kelompok ternak binaan ke bengkel ternak Yogyakarta, yakni KTT  ( kelompok tani ternak ) Karya Maju Sejati, Kabupaten Tuban,  KTT Maju Bersama dan KTT Ustan Mandiri Bojonegoro.

Di tempat yang sama, Muhammad ali, ketua KTT Ustan Mandiri Bojonegoro mengaku bahagia bahwa apa yang di alami oleh kelompok pembibit di wilayah sumber bibit  rata-rata mengalami pedetnya kurang optimal tidak bisa tumbuh dengan maksimal. 

Dari materi ilmu tersebut yang di sampaikan oleh Pemateri  sangat cocok dan tepat untuk di adopsi dan diaplikasikan di wilsumbit bojonegoro agar pedet yang dilahirkan dapat tercukupi kadar nutrisinya baik pedet maupun indukan dari kutipan ilmu yang telah diberikan oleh Bengkel Ternak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar