Kamis, 18 Februari 2016

DISKUSI PENGURUS KELOMPOK TANI TERNAK USTAN MANDIRI

Pengurus ustan mandiri dolokgede


Musyawarah pengurus kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri yang di lakukan dini hari dalam pembahasan tentang kelompok harus berbadan hukum sesuwai peraturan pemerintah.

Ketua kelompok Muhammad Ali, menjelaskan kepada pengurusnya bahwa kelompok jika kepingin berkembang dan maju diwajibkan mendaftarkan diri ke Menkuham untuk mendapatkan bantuan apapun yang berkreteria hibah dari pemerintah.

Persyaratan yang harus di lengkapi oleh kelompok adalah foto copy berita acara pembentukan kelompok, foto kopy  Sk Kepala Desa, SK Bupati dan juga Surat Rekomendasi Dinas Peternakan setempat.

Dalam pertemuan ini pengurus bertekat bersama untuk maju dan ikut serta berpatisipasi dalam membagun Desa lewat peternakan.

Musyawarah di hadiri 9 orang dari pengurus kelompok, koordinator domba dan koordinator sapi, selain itu juga ada pengurus bidang pengembangan , bidang kesehatan ternak serta 3 pengurus inti yakni  ketua, skretaris dan bendahara.

Keputusan yang disepakati oleh semua  pengurus,  yakni  kelompok mengeluarkan biaya untuk  adminitrasi pembuata akte notaris dan kemenkuham di tanggung oleh kas kelompok.

Setelah keputusan ini  di sepakati oleh pengurus kelompok akan melakukan pertemuan yang lebih besar melibatkan semua anggota kelompok Ustan Mandiri  minggu depan. ujar ketua kelompok.

MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN TINGKAT KECAMATAN LEWAT PETERNAKAN

Murenbang Kecamatan Tambakrejo


Musrenbang tingkat kecamatan baru aja di laksanakan, Tambakrejo kecamatan yang menjadi wilayah sumber bibit sapi PO menjadi dan juga terkenal kawasan domba ekor tipis menjadi sorotan berbagai desa sekecamatan yakni 18 desa.

Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat kecamatan tahun anggaran 2017 di bidang ekonomi masyarakat di pimpin oleh PTP ( Petugas teknis peternakan ) Tambakrejo, Achad Moechid untuk memandu jalanya musyawarah tersebut.

Ketua BPD sekecamatan serta wali amanat dan juga kader PKK setambakrejo yakni 
18 desa .   Proses musyawarah ini untuk mengambil keputusan bersama bagi desa yang paling  mendesak dang sangat-sangat membutuhkanya.

Dalam program ekonomi ini meliputi Pertanian dan juga peternakan yg menjadi mayoritas penduduk Tambakrejo dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Achad Moechid mejelaskan kepada para peserta musyawarah  mulai tahun 2016 ini untuk kelompok ternak yang telah terbentuk 3 tahun yang lalu di harapkan segera mendaftarkan atau berbadan hokum sesuwai dengan Undang-Undang pemerintah,jika hal tersebut tidak segera di lakukan oleh kelompok maka bantuan yang akan datang tidak bisa di terima oleh kelompok tersebut.

Menurut PTP Kecamatan bahwa di kecamatan tambakrejo ada kelompok yang sudah benar-benar eksis dimasyarakat adalah Ustan Mandiri dan juga Lembu Seto. Ada 10 kelompok ternak yang sdh berdiri di kecamatan dari 18 desa se tambakrejo ujarnya.

KEGIATAN YG SERING TAK DI PERHATIKAN OLEH PARA PETERNAK


Anggota kelompok sedang memandikan dombanya

Rasa kasih sayang terhadap hewan itu di wajibkan bagi peternak kambing maupun domba bahkan dengan ternak yang lain,  karena hewan itu juga butuh sejahteraan sama dengan manusia bila  ternak kita tidak pernah kita perlakukan dengan baik, maka ternak yang kita pelihara juga tidak akan menjadi gemuk dan sehat.

Pasangan Didik Cahyadi dan Lilis Suryani warga desa dolokgede Rt 02 yang bergabung di kelompok tani ternak Ustan Mandiri setiap bulan mereka selalu memandikan sapi dan domba-dombanya.
Perlakuan ini adalah bentuk rasa kasih sayangnya terhadap ternak yang di pelihara.  mereka selama gabung di kelompok ternak aktif dan rutin merawat sapi dan domba-dombanya untuk selalu dibersihkan dari kotoran kotoran tanah maupun feses ternak itu sendiri.

Pengetahuan anggota kelompok tentang cara beternak yang baik dan sehat dapat di tangkap dengan sangat baik oleh anggota kelompok, sehingga para anggota sudah bisa merawat dan menjaga kesehatan ternaknya.

Ternak bisa menyejahterakan kita apbila kita juga bisa menyejahterakan pula,yang di maksud ini adalah peternak bisa kaya, sukses dan juga yang terahir sejahtera apabila si peternak mempunyai rasa sayang kepada ternaknya, misalnya ternak kita butu makan jam sekian' kita sebagai peternak juga harus melayani ternak itu sendiri, bukan hanya itu saja, tetapi ternak butuh minum butuh tempat, butuh di bersihkan dll,Semua itu harus kita layani layaknya ternak.

Demikian juga dengan ternak jika majigan ataupun juragan ternak itu sendiri butuh untuk mencukupi kebutuhan demi kelangsungan hidup mereka, ternaklah yang bisa menopangnya. inilah yang di sebut peternak pintar peternak sejahtera.

maka dari beberapa pengertian di atas kelompok tani ternak ustan mandiri mengajak kepada masyarakat sekitarnya untuk melakukan bentuk kepedulian terhadap ternak yang kita pelihara, supaya kita juga akan di sejahterakan olehnya.

Rabu, 17 Februari 2016

PEMBINAAN MASYARAKAT PETERNAK DAN RAPAT KOORDINASI DENGAN BULOG

Kepala Dinas peternakan dan perikanan bersama perwakilan Bulog


Bojonegoro, 17  Februari 2016
Kegiatan pengembangan agrisbisnis peternakan kabupaten bojonegoro mulai di galakan , dinas peternakan dan perikanan kabupaten bojonegoro mengadeng dengan bulog menngadakan pembinaan bagi semua para peternak yang berada di wilayah kabupaten bojonegoro.

Acara di buka oleh Kepala Dinas Peternakan bapak Ardiyono P  SH,MSi, beliau menjelaskan kepada para peternak dan petugas teknis peternakan bahwa data populasi  sebelumnya mencapai  85- 90 ribu ekor, maka tahun yang akan datang paling enggak bisa naik secara cepat untuk meningkatkan produktifitas sapi yang berada di bojonegoro.

Penurunan populasi sapi betina di akibatkan para Peternak yang berada di Kanor dan sekitarnya banyak yang beralih ke memelihara sapi system kereman / penggemukan, inilah yang menjadi penurunan populasi sapi di daerah bojonegoro.

Perwakilan dari Bulog Bp Anwar  yang berkantor di  Jl. Patimura Bojonegoro.
Bagi kelompok atau asosiasi peternak yang berada di wilayah bojonegoro bulog menyediakan bahan pakan berupa jagung khusus di gunakan untuk pakan ternak,
Ada berapa aturan yang di perlakukan oleh bulog untuk calon pembeli di larang di perjual belikan kembali.

Dalam penjualan jagung tersebut pihak  bulog menjamin bahwa harga jagung untuk kebutuhan kelompok/asosiasi peternak bisa dengan harga murah di banding harga pasaran.

Dari persoalan di atas tersebut maka untuk asosiasi peternak harus membuat surat pernyataan serta surat pengajuan terlebih dahulu kepada bulog untuk  segera di layani .
Yang di kawatirkan oleh para peternak di bojonegoro tentang  HPP ( harga pembeliahan pasar) yang selalu berubah ubah seperti halnya harga domba kambing yang berada di pasar,  sehingga para peternak selalu gelimpangan dalam hal harga yang sering berubah ubah bahan pakan mentah untuk di jadikan pakan ternak.

Selasa, 16 Februari 2016

USTAN MANDIRI BERBAGAI TERNAK DOMBA KE MASYARAKAT DOLOKGEDE


Kelompok Ustan Mandiri Berbagi ternak ke masyarakat dolokgede.
Lagi-lagi ustan mandiri kelompok masyarakat yang bergerak di bidang tani ternak yang berada di desa dolokgede kecamatan tambakrejo ini berbagi ternaknya kepada masyarakat dolokgede.
Kali ini yang kedua kalinya kegiatan yang di lakukan oleh kelompok dalam melaksanakan program  program pemberdayaan masyarakat melalui peternakan domba oleh Universitas Gadja Mada Yogyakarta (UGM).

Kelompok berkomitmen dalam melaksanakan Program yang telah di sepakati bersama pada tahun 2015 lalu yakni penerima bantuan kelompok jika sudah beranak 2x dengan usia anaknya 4 bulan berkewajiban berbagi kepada yang lain.
Dalam rangka mewujudkan kampung ternak di dolokgede, kelompok tani ternak Ustan Mandiri membuat aturan kelompok yang telah di sepakati bersama yakni berbagi ternak agar populasi ternak bisa cepat meningkat serta percepatan ekonomi masyarakat pun meningkat.

Ketua kelompok Muhammad ali bersama  Ali Safii, anggota kelompok telah melakukan kegiatan  berbagi ternak kepada masyarakat di Rt 03 satu ekor domba betina lokal, kepada Ibu Sri Asih dolokgede.

Bantuan kelompok berupa 37 domba ekor tipis yang telah di berikan oleh UGM Yogyakarta tahun 2015 yang lalu, sekarang sudah meningkat populasinya menjadi 90 ekor.
Tidak hanya ternaknya saja yang bisa berkembang pesat tetapi kandang percontohanpun ikut berkembang di tiap-tiap Rt.

Ada 7 kandang percontohan masyarakat yang berkapasitar isi 20 hingga 30 ekor domba di kelompok ternak ustan mandiri serta 10 unid kandang sekala rumah tangga yang memang di buat untuk contoh kepada peternak yang berada di sekitar desa dolokgede.

Kamis, 11 Februari 2016

LASKAR INSMINATOR SIAP MELAYANI DAN MENDAMPINGI PETERNAK DI BOJONEGORO


Dinas Peternakan beserta Petugas IB se Bojonegoro
Semangat baru dan sepirit baru, itulah yang nampak jelas di  kru Dinas peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro.  Pada awal tahun 2016 adalah sebagai cacatan perdana bagi para insminator buatan di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro petugas IB harus kerja  ekstra tinggi untuk menlayani dan mendampingi para peternak sehingga pengetahuan para peterak  bisa bertambah  dengan seiringnya pertambahan populasi ternak di bojonegoro.

Kepemimpinan baru jelas peraturan juga mengikuti pembaharuan, itulah yang lagi di gencarkan di Dinas Peternakan dan Perikanan bojonegoro salah satunya di sektor petugas insminator, dengan harapan bisa lebih meningkatkan mutu dan pelayanan yang sangat baik bagi peternak di wilayah Kabupaten bojonegoro.

Bulan februari kali ini Dinas mengundang para petugas insminator beserta kelompok ternak se bojonegoro untuk di beri pemahaman yang jelas  dan praktek bagi para  Insminator agar dapat melayani peternak dengan baik dan benar.

Kegiatan yang di kemas dalam acara Workshop Peningkatan kinerja  sumberdaya manusia pelayanan inseminisi buatan ( IB ) ini di harapkan, peternak dapat mengetahui tentang tanda-tanda birahi pada tenak sapi yang tepat dan benar, sehingga peternak tidak asal memanggil petugas untuk melakukan IB tersebut.

Kegiatan tersebut sangat sangat di harapkan oleh para peternak agar tindakan-tindakan yang di ambil olehnya tidak selau salah sehingga mengakibatkan kerugian.
Peternak sekarang dinilai banyak yang mengambil keputusan terlalu dini dalam menetukan jarak dan waktu waktu birahi dengan jarak IB.

Inilah yang menjadi problema di dunia peternakan di sekala kelompok dan komonitas peternak di berbagai tempat di wilayah bojonegoro, maka dengan kepemimpinan baru, ilmu baru dan juga pengetahuan baru serta teknis baru dapat merubah dan meningkatkan mutu pelayanan yang baik dengan bertujuan untuk menyejahterakan peternak di bojonegoro.
   " brawo insminator IB bojonegoro"


Rabu, 10 Februari 2016

TEKNIS DASAR IB YANG SELALU TERLUPAKAN HANYA GARA - GARA PERMINTAAN PETERNAK

Teknis dasar IB yang benar oleh Drh. Agung Budiyanto MP. Ph.D UGM Yogyakarta
Maraknya pengaduan peternak kepada Pemerintah daerah menjadi cambuk bagi Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro,terkait dengan kegiatan iseminasi buatan IB yang di lakukan oleh petugas IB di beberapa wilayah kecamatan di Bojonegoro.
Laporan yang berisi tentang kegiatan yang di lakukan oleh petugas IB selalu berulang-ulang higa 5-6 kali baru membuahkan hasil.

Dari hal tersebut peternak sangat di rugikan oleh petugas, dari laporan yang di terima oleh Pemerintah Daerah lansung mengkaji ulang, apakah hal tersebut apa memang benar yang di laporkan oleh para peternak ke  pemerintah daerah.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Sekretaris daerah ( SEKDA)  Sohadi Moeljono dalam acara Workshop peningkatan sumber daya manusia petugas iseminasi buatan yang di gelar Dinas peternakan dan perikanan kemarin di sanggar seni desa Njono Kecatan Temayang.
Kegiatan tersebut di hadiri oleh 120 peserta dari petugas IB  dan juga kelompok ternak sapi se bojonegoro.

Setelah di survei memang ada hal yang seharusnya sama-sama di pahami oleh petugas dan peternak,  gara- gara desakan dari peternak dan juga mempertahankan lahan pendapatan seorang petugas IB tetap mejalakan sesuwai permintaan peternak, kalau itu tidak di lakukan peternak akan memanggil petugas lain untuk melakukannya.

Dari kegiatan tersebut  Bapak Sekda berharap ada laporan yang kongkrit dalam penggunaan setro untuk setiap petugas IB yang melakukan kegiatan   praktek di lapangan.
Hal ini menjadi Pr bagi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan yang baru, untuk mendata ulang dan  sensus ternak sapi betina yang berada di wilayah kabupaten bojonegoro ujar Sekda.

Sebagai acara penutup peserta menuju kandang kelompok tani  ternak Kedung Nggondang Desa Njono Kecamatan Temayang.
Di lokasi inilah  para petugas IB bersama kelompok  tani ternak berbagai kecamatan di beri pemahaman yang sangat jelas  tentang IB dyang benar dan tepat.

 Petugas IB bersama kelompok tani ternak sangat antusias kepada materi yang di berikan oleh bapak Agung Budiyanto tentang pengetahuan dasar IB dan juga posisi janin sapi dari 3 bulan hingga 6 bulan di dalam janin sapi betina.
Acara kegiatan ini sangat-sangat cair dan bisa rifresh dengan kocaknya narasumber Ustad Agung Budiyanto yang akrab di pangil demikian.



DINAS MENGGELAR WORKSHOP PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PELAYANAN ISEMINASI BUATAN (IB)


Foto Ustan Mandiri dolokgede
Desa Njono Kec. Temayang yang  menjadi tempat kegiatan Workshop oleh Dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Bojonegoro.
Desa tersebut adalah desa yang patut  di contoh oleh desa-desa sekitar kecamatan temayang dalam hal peternakan, yang mana desa tersebut telah sukses memberdayakan masyarakat yang bergabung dalam kelompok tani ternak yang berkomunal di satu tempat dan  sudah berjalan  5 tahun.

Kegiatan yang di selenggarakan oleh Dinas di hadiri dari Bapak SekDa,  Camat Temayang,  Kepala Desa,  serta petugas IB dan SPR 4 kecamatan dan juga kelompok ternak sapi di bojonegoro.

Dalam acara tersebut Dinas Peternakan juga mendatangkan Narasumber ternama dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, beliau adalah Drh.Agung Budiyarto MP.Ph.D.
Dosen Peternakan di Universitas terkenal ini menjelaskan kepada semua petugas Insenminasi Buatan ( IB ) dan juga para kelompok tani ternak  sebojonegoro , petugas IB agar lebih berhati-hati dan  jeli dan teliti   untuk mengambil tindakan dalam meng IB sapi milik peternak.

Tercatat banyak kasus yang terjadi di kabupaten bojonegoro bahwa sapi betina yang di IB hingga 4-5 kali baru bunting.
Dari beberapa problem tersebut menjadi sebuah catatan bagi Dinas peternakan dan perikan bojonegoro untuk mengevaluasi kenerja petugas IB sehingga bisa menghasilkan dengan  maksimal.

Dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi gagalnya IB adalah
 1. " Faktor ternak "
 2.  " Faktor Peternak "
 3. " Faktor Petugas dan
 4.  " Sepermatozoa.

Ke empat ini yang menjadi problem di dalam pengembangbiakan ternak di bojonegoro, faktor ternak yang di masuk di atas adalah di bidang pakan dan perawatan ternak itu sendiri, maka di butuhkan SDM peternaknya, makan di atas disebut faktor peternak.
Kemudian faktor Petugas, di dalam workshop tersebut Narasumber juga menjelaskan bahwa sebagai petugas IB juga harus menjelaskan kepada peternak kapan waktu yang tepat dan baik untuk di IB sehingga bisa membuahkan hasil yang maksimal.
Yang sering tidak di perhatikan oleh seorang peternak dan juga petugas IB adalah masalah sepermatozoa.

Masalah di atas yang sering terjadi di sebabkan kurangnya pengetahuan peternak sehingga para peternak tidak bisa mengetahui detil tentang birahi pada sapinya, berbeda dengan negara asutralia' ternak yang di sana dengan sistim kandang dan liar, menurut Agung Budiyarto  ternak sapi itu butuh kesejahteraan.

Keputusan yang sangat tepat dan cepat bagi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro untuk menggelar Workshop Peningkatan Kinerja Sumberdaya Manusia Pelayanan Iseminasi Buatan (IB) yang diadakan di Desa Njono Kac. Temayang.









Selasa, 09 Februari 2016

PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK USTAN MANDIRI DOLOKGEDE TAMBAKREJO


Batik Ternak Ustan Mandiri Dolokgede.
Boming dunia peternakan di bojonegoro tahun 2015 - 2016.  Maraknya peternakan di beberapa wilayah kabupaten bojonegoro menjadi peluang bagi para peternak yang dapat menangkap peluang besar di dunia peternakan.

Misalanya kelompok tani ternak Ustan Mandiri Desa Dolokgede kec. Tambakrejo yang selalu mempunyai ide kreatif dan inovatif untuk memajukan kelompoknya, ketua ustan mandiri tidak henti-hentinya membuat inovasi dan kreatifitas untuk penambahan ekonomi bagi para anggotanya.

Tahun 2016 merupakan tahun yang bersejarah bagi kelompok tani ternak ustan mandiri dalam mengembangkan dunia peternakan, tak hanya ternak saja yang mereka kembangkan tapi, ada hal lain yang bisa di kembangkan di dalam usaha peternakan.

Batik adalah salah satu kreatifitas kelompok yg bisa menopang ekonomi tambahan bagi kelompok ternak tersebut.
Hasil inovasi kelompok ustan mandiri di tahun ini adalah memproduksi batik dengan tema pakan hijauan Legum dan rumput beserta kambing domba yang menjadi infirasinya kelompok untuk di tuangkan menjadi sebuah hasil karya batik di kalangan peternak.

Batik Ternak Kambing Domba Ustan Mandiri Dolokgede


Hasil karya tersebut di hargai kelompok dengan berfareasi, misalnya batik cap.
 Batik cap ada dua macam dengan harga Rp. 135.000 dan  150.000 dengan motif sama hanya beda jumlah warna dan tekniknya.
Sedangkan untuk batik tulisnya di hargai Rp. 200.000 perpotong.

Kelompok Ustan Mandiri mempersembahkan kepada penggemar batik di seluruh Nusantara yang bertema peternakan kambing domba dengan 10 macam warna.

Ketua kelompok Muhammad ali 35 th, menjelaskan kepada kelompoknya, bahwa kita jangan berhenti di ternak saja, tapi ada peluang lain yang bisa kita kembangkan melalui ternak kita.
Kreatif dan inovatif kita harus selalu muncul dan kita perlihatkan kepada masyarakat agar kita menjadi contoh bagi semua peternak yang berada di daerah bojonegoro, ternyata usaha peternakan bisa menjadi besar dan berkembang pesat tidak harus mengantungkan ternak saja, tetapi bisa muncul usaha lain dari dalam ternak itun sendiri.

Jumat, 05 Februari 2016

TRIO KABID DINAS PETERNAKAN BOJONEGORO YANG SEMANGAT UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK

3 Kabid yang semangat dalam menjalakan amanah demi kesejahteraan masyarakat.
Perjalanan yang luar biasa dan medan yang cukup lumayan berat untuk kita tempuh demi para peternak- peternak yang berada di kawasan ternak Kec. Kasiman .  Dirjen Prof. Dr. Muladno berkunjung di salah satu sekolah peternakan rakyat yang berada di kelompok tani ternak " Mega Jaya " Kec. Kasiman Bojonegoro
.
Medan yang sangat berat untuk menuju di SPR Mega Jaya, tetapi itu tidak membuat patah semangat dan halangan bagi Kabid Budidaya Elfia Nuraini, Kabid Agribis, Ibu Wiwik serta Kabid Keswan Ibu Catur, ketiga Kabid  masih nampak semangat dalam mendampingi perjalanan Ditjen menuju kandang SPR Kec. Kasiman.

Semua itu tak lepas dari Prof. Dr. Muladno yang telah merintis SPR di kabupaten Bojonegoro, Beliau adalah sosok seorang perintis hal baru kreatif dan inofativnya di dunia peternakan sehingga menjadi  insfirasi bagi kelompok untuk melakukan kegiatan peternakan.

Begitu pula para kader SPR juga sangat semangat demi mewujudkan dan membangun desanya untuk menuju desa yang sejahtera bersama para kelompok tani ternak diwilayah tersebut.

Hujan yang rintik-rintik tidak menjadikan halangan dalam melakukan perjalanan  rombongan menju SPR tersebut, jarak lokasi dengan kantor Dinas peternakan dan perikan kabupaten bojonegoro sekitar 65 kilo, Kecamatan Kasiman adalah daerah yang  terletak di ujung paling barat utara Kabupaten Bojonegoro.
Kecamatan Kasiman adalah perbatasan antara Kec. Cepu Kabupaten Blora Jawa tengah.

Majulah terus dinas peternakan Bojonegoro, para peternak yang di desa masih membutuhkan saran serta dukungan dan juga motifasi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi para kelompok peternak.

" Jaya terus Wahai Peternak Bojonegoro, ayo Bojonegoro kita jadikan Lumbung Pangan dan Energi sesuwai dengan progream Bupati Kang Yoto".




KUNJUNGAN DIRJEN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DI BOJOENGORO

Prof.Dr. Muladno menyerahkan bantuan benih Sorgum di SPR Bojonegoro

Bojonegoro sebagai kabupaten yang pertama kali menjadi contoh SPR di Indonesia, ada 4 kecamatan yang berpotensi besar yang menjadikan Sekolah Peternakan Rakyat.
4 kecamatan yakni kecamatan Tambakrejo, Kec. Kasiman,  Kec. Kedungadem dan Kec. Temayang.

Dalam evaluasi kegiatan SPR di Bojonegoro Dirjen Peternakan dan Kesehatan hewan,
Prof.Dr.Muladno menghadiri kegiatan yang di laksanakan oleh  SPR bersam Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, kegiatan di laksanakan pada tanggal 5 Februari 2016 di gedung pertemuan Dinas peternakan Bojonegoro.

Selain kunjungan kerja, Prof. Dr. Muladno ada agenda kusus bagi para SPR yang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoaro untuk lebih meningkatkan kepengetahuan dan ketrampilanya dalam manajemen pengelolaan peternakan, oleh sebab itu Prof. mengaharapkan kepada seluruh kader SPR di 4 kecamatan harus lebih meningkatkan lagi supaya lebih cepat peningkatan populasi ternak dan juga SDM kelompok.

Prof.Dr. Muladno Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
Untuk meningkatkan pakan yang berkualitas bagi  ternak ruminansia, para kader SPR di beri bantuan berupa benih sorgum yang bersal dari  Negara Australia untuk di tebar di lahan kelompok SPR masing - masing.


Dalam kunjungan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga di hadiri oleh Asisten 2 Bp. Dandim 0813 Bojonegoro dan juga perwakilan dari dinas peternakan Provinsi jawa timur.




Dari beberapa kegiatan yang telah di laksanakan, kunjungan berikutnya dari rombongan Ditjen langsung menuju ke Sekolah Peternakan Rakyat SPR Kasiman.