Senin, 03 Oktober 2016

WORKSHOP SPR NASIONAL DI BOJONEGORO



 
Workshop SPR Nasional
Bojonegoro 3, Oktober 2016 di Pendopo Angling Darmo telah di  gelar  workshop  Senergi empat sekawan  dalam membangun kemandirian dan kedaulatan peternak’’ secara Nasional acara di hadiri oleh seluruh kelompok SPR (sekolah peternakan rakyat) se Indonesia.

Panitia penyelenggara Workshop pihak IPB kerjasama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro untuk melaksankan Workshop SPR secara Nasional berjalan dengan lancar dan sukses.

 Dalam acara tersebut Bupati Suyoto memberi sambutan kepada seluruh peserta yang hadir di pendopo dengat hati bangga bahwa bojonegoro telah menjadi kawasan SPR dan sudah di lonching sebagai wilayah sumber bibit sapi PO ( ongole) di provinsi Jawa Timur satu tahu yang lalu.

Pada tahun 2008 yang lalu Bupati mengeluarkan keputusan bahwa kelompok-kelompok tani ternak yang berada di bojonegoro harus di supot oleh perbangkan yang di subsidi pemerintah lewat program KKPE kerjasama bank jatim, 

Program tersebut tahun demi tahun tak ada yang berhasil untuk di kembangkan malah justru menjadi momok di pemerintah bojonegoro dengan gagalnya pinjamann yang sudah di terima oleh beberapa kelompok ternak menjadi macet total.

Dari pengalaman itu Bupati Bojonegoro kerjasama dengan fakultas Institut Pertanian Bogor IPB untuk melakukan reset dan pendampingan terhadap pemerintah, pengusaha,peternak dan fakultas untuk mencari solusi agar bojonegoro bisa maju dan mandiri dari segi lumbung pangan dan energi yang telah menjadi sloganya kabupaten bojonegoro.

Dalam workshop tersebut  Bupati Muara enim Bapak Muzakir sai sohar juga hadir di acara tersebut, diantara itu pihak kemetrian pertanian yang di wakili oleh kepala BBIB songosari malang juga turut hadir.

Kepala Dinas peternakan jawa timur  Samsul Arifin MMA. mewakili Gubernur jawa timur untuk menyampaikan sabutan beliau, karena beliau tidak bisa hadir.

Workshop Nasional di tempatkan di Bojonegoro karena SPR bojonegoro telah berhasil dalam mengembangkan ternak sapi dengan sistim berkelompok, tidak hanya itu tapi SPR yang ada di bojonegoro juga telah membuktikan keberhasilanya dalam berorganisasi yang hebat serta mampu memberdayakan anggota peternak.

Empat SPR di bojonegoro  berada di empat kecamatan yakni kecamatan kasiman, kec.temayang, kec. kedungadem dan kec. tambakrejo.

Ke empat SPR berdiri tahun 2014 yang di pelopori oleh  Prof. Muladno dari IPB,  dan SPR kec. tambakrejo yang di dampingi Universitas Brawijaya Prof. Trinil.
dan tahun ini telah menunjukan keberhasilanya yang sangat luar bisadan layak menjadi contoh Nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar