KUNJUNGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA KE LEMBU SETO NAPIS TAMBAKREJO

Kunjungan Universitas Brawijaya Malang di Lembu Seto
Tim Universitas Brawijaya Malang menijau kembali terhadap kelompok binaan yang telah di bentuk dan di dampingi th 2011, tinjuan itu langsung dari Bp. Masduki dan Bp. Yunus guru besar Universitas Brawijaya serta di dampingi oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Bp.Ardiyono Purwanto, SH.M.Si.

Kedatangan tersebut dalam rangka silaturahim dan bertatap muka dengan lebih dekat dan lebih harmonis layaknya keluarga di kelompok ternak lembu seto Desa Napis kecamatan Tambakrejo.

Kunjungan dari Tim Universitas tersebut juga di hadiri oleh kelompok- kelompok ternak yang menjadi pendukung kawasan sapi putih (PO) ongole yani kelompok ternak " Budi Upoyo" Desa Jatimulyo, dan "Surya Abadi" dari Desa Bakalan Tambakrejo.

Tujuan dari pada Universitas Brawijaya kunjung ke Lembu Seto melainkan agar Desa Napis yang telah menjadi aiconya Bojonegoro dalam hal peternakan kawasan pembibitan sapi PO, peternak di harapkan lebih berkreatif lagi dalam menggali beberapa pontensi yang ada di desa Napis untuk di angkat menjadi usaha tambahan pendapatan peternak yang berkaitan dengan peternakan.

Berwirausaha adalah salah satu bentuk nyata dalam mengembangkan perekonomian kelompok untuk memenuhi pendapatan  kebutuhan sehari-hari oleh peternak.
Salah satu contoh adalah limbah pertanian bisa dijadikan bahan pakan ternak yang menguntukan baik di ternak kita maupun bisa menambah pengasilan tambahan bilamana bisa mempasarkanya.b

Semua itu harus di dasari oleh pelaku atau kelompok ternak itun sendiri yang banyak berinsfirasi dan inovasi kreatinya untuk di tuangkan dalam sebuah karya yang sangat berharga di dalam peternakan, jadi beternak dapat mengembangkan usahanya tidak harusa di ternak saja, tetapi bisa mengembangkan lagi di dunia industri kreatif yang bisa kita awali dengan kegiatan beternak.

Bila mana kelompok ternak yang berada di kawasan tersebut sudah bisa memanfaatkan dan mengambil peluang-peluang yang bisa di jadikan bisnis besar di daerah lain.
Desa Napis adalah penghasil ketela pohon dan jagung terbesar di bojonegoro maka dari itu Universitas Brawijaya akan siap mendampingi terhadap kelompok ternak yang mau dan kreatif untuk mengembangkan usaha yang lebih besar lewat peternakan.

Bantuan yang dapat di salurkan oleh Universitas Brawijaya hanya berupa pendampingan secara inten terhadap kegiatan kegiatan kelompok yang bisa menghasilkan penambahan ekonomi kelompok.Untuk mewujudkan peternak yang tangguh dan berjiwa wirausaha besar, maka dari itu Universitas Brawijaya siap untuk mendidik para peternak untuk di jadikan kader kader agar menjadi penguasaha di kelak kemudian hari.
 

Komentar

Postingan Populer