Senin, 21 November 2016

Kelompok Ternak Ustan Mandiri Mendapatkan Bantuan Coper dari Dinas Peternakan Provinsi

Sebuah pemberdayaan yang di lakukan di setiap pedesaan oleh dinas peternakan Kabupaten Bojonegoro maupun provinsi Jawa timur di masing-masing kelompok ternak yang produktif terus di lakukan.
Bantuan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur

Upaya ini di lakukan oleh berberapa dinas terkait untuk membuktikan bahwa kelompok-kelompok peternak di kalangan bawah juga mampu berkreatif dan inofatif, yang berada di tengah-tengah masyarakat pedesaan perlu di perhatikan.

Di Kecamatan tambakrejo ada 3 kelompok yang sudah produktrif dan layak menjadi contoh kepada kelompok peternak lain yakni " Lembu Seto "Desa Napis, " Budi Upoyo " Desa Jati Mulyo, dan " Ustan Mandiri " Desa Dolokgede.


Ketiga kelompok tersebut hari ini tanggal 21 Nopember 2016 mendapatkan bantuan berupa " Coper " dari Dinas peternakan propinsi jawa timur  yang bekerjasama dengan CV Sidi Mulyo mengirim 1 unid coper untuk di tempatkan di masing-masing kelompok ternak tesebut.




Venomena Harga Pasar yang Merosot Tidak Manjadikan Efek Jera Bagi Kelompok Ternak Ustan Mandiri Dolokgede

Harga domba di pasaran anjlok di bawah setandar harga pemerintah, harga tersebut tak dapat melunturkan semangatnya para peternak yang di desa dolokgede yang bergabung di kelompok ternak ustan mandiri. 

Ustan Mandiri Dolokgede Tambakrejo
Peternakan yang berada di desa dolokgede telah menjadi budaya masyarakat yang di bidang budidaya ternak hampir satu desa masyarakatnya mempunyai ternak domba maupun sapi yang sebagai tabungan mereka untuk mensekolahkan anak-anaknya.

Harga domba semakin merosot di pasaran entah apa yang menjadi penyebabnya sehingga beberapa kelompok peternak mengalami kerugian yang sangat besar.
Bagi kelompok Ustan Mandiri Dolokgede tak menjadikan hal tersebut menjadikan hambatan maupun problem dalam beternak, karena kelompok ini telah mempunyai lahan hijaun yang cukup untuk menjadikan domba - domba tetep dalam kondisi setabil di peterumbuhan badanya.

Beda dengan kelompok yang lain yang bergerak di penggemukan, biaya pakan jauh lebih besar dibanding kelompok yang pengembangbiakan/ peranakan dengan menejemen yg sangat berbeda.

Di dunia peternakan pakan adalah kunci keberhasilan bagi peternak, jika hal tersebut tak menjadikan perhatian maka peternakan akan menjadi kandas di kemudian hari.


Senin, 31 Oktober 2016

Batik Kelompok Ternak Dolokgede Tembus Pasar Luar Jawa

Batik hasil kreatifnya para peternak dolokgede yang menjadi aiconya desa kini telah tembus pasar luar jawa.  Batik tersebut pernah mendapat teguran dari pencetus batik jenogoraan,  karena batik tersebut tidak mencerminkan adanya motif jonegoroan yang telah di syahkan oleh pemerintah setempat.

Proses Batik motif Ternak Dolokgede
Kelompok ternak yang ada di Desa Dolokgede memang mempunyai kreatif tersendiri yang belum di miliki oleh kelompok ternak yang lain di bojonegoro, maka hasil kreatifnya di tampilkan agar dapat mengangkat nama kelompok dan desa Dolokgede pada umumnya.

Batik ini bukan termasuk batik jenogoroan, tetapi batik ini bisa menjadi batik Nasional karena menggambarkan Indonesia di beberapa wilayah pedesaan rata-rata 40% petani dan peternak..

Banyaknya peminat batik motif ternak ini, maka kelompok ternak yang berada didesa dolokgede tetap menjalan usaha tersebut. Setelah ada teguran dari pihak yg terkait batik motif ternak yang di miliki oleh kelompok ternak ustan mandiri dolokgede kebanjiran kunsumen.

Dalam Seminggu sepekan ini batik  milik kelompok ternak laku sampai jakarta selatan, hingga kalimantan, dan sumatera utara.


Sabtu, 29 Oktober 2016

10 Ternak Domba Indukan Telah Dibagikan Ke Warga Dolokgede Oleh Kelompok Ternak Ustan Mandiri

Kelompok ternak Ustan Mandiri ikut serta membantu pemerintah desa untuk mempercepat peningkatan sumber daya masyarakat desa kususnya di sektor peternakan.

Anggota Kelompok Ternak Berbagi Domba Bersama Masyarakat
salah satu  bentuk nyata adalah kelompok memberikan bantuan hewan ternak berupa domba betina kepada beberapa warga dolokgede untuk di kembangkan dengan tujuan membantu warga peternak untuk meningkatkan ekonominya lewat usaha peternakan.

Sabtu 29 oktober 2016 Kelompok ternak Ustan Mandiri memberikan domba indukan kepada 3 warga untuk di kembangkan dan di budidayakan di dolokgede.
Kenapa kegiatan tersebut di lakukan oleh anggota kelompok? menurut ketua kelompok Muhammad Ali, supaya dolokgede yang menjadi desa kawasan ternak.

Tidak hanya ternak domba saja yang di kembangkan oleh kelompok ternak Ustan Mnadiri tetapi ada juga pengembangbiakan sapi PO (ongole) yang sudah menjadi program pemerintah kabupaten bojonegoro yang di Loucing pada tahun 2014 oleh Gubenur Jawa Timur Pak De Karwo di kabupaten Lamongan.

Kegiatan berbagi bersama warga dolokgede telah di lakukan oleh kelompok ternak ustan mandiri dalam setahun ini sudah  10 ekor domba betina yang telah di bagikan oleh kelompok ternak ustan mandiri kepada warga.
Untuk bulan ini ada 3 warga dolokgede yang mendapatkan domba tersebut  ketiga warga tersebut adalah  Ibu, Titi Lestari RT 02 Rw 01, Sri Wahyuni Rt 05 Rw 01 dan Ibu Darsih Rt 05 Rw 01 dolokgede.

Senin, 17 Oktober 2016

Evaluasi Kegiatan Inseminasi Buatan IB Sapi Kelompok Ustan Mandiri Dolokgede



Minggu 16 oktober 2016, kelompok tani ternak Ustan Mandiri  desa dolokgede mengadakan evaluasi kegiatan yang di lakukan kelompok tentang Inseminasi Buatan ( IB ) yang dilakukan petugas berukali kali.

Evaluasi Kelompok ternak

Kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri yang bergerak di bidang pengembangbiakan sapi PO Ongole dengan cara Inseminasi Buatan dengan jumlah sapi 30 ekor sapi indukan yang di kelola bersama - sama dengan anggota kelompok sudah mulai masa-masa birahi/ minta kawin.

Di dalam pertemuan 2 jam tersebut anggota kelompok mempertayakan tentang kawin suntik yang berkali-kali hingga dapat merugikan anggota peternak.
Sapi yang di gaduh oleh anggota rata-rata telah di IB 3 - 4x, tetapi selama ini belum ada yang menunjukan keberhasilanya.

Dari masyalah tersebut kelompok mengajak bersama -sama untuk mengevaluasi  kegiatan yang selama ini di lakukan besama - sama dalam hal manajemen ternak tersebut.
Evalusi tersebut juga membahas  sapi-sapi anggota yang selama ini  belum menunjukan tanda-tanda birahi pada sapi yang di pelihara oleh masing masing peternak.

6 ekor sapi dari 29 ekor belum mengalami birahi sama sekali apakah ini di sebabkan oleh faktor pakan ataupun dari segi yang lain, inilah yang di bahas besama-sama di dalam evaluasi kelompok ternak ustan mandiri dolokgede.

Ketua kelompok Muhammad Ali juga membenarkan hal tersebut telah terjadi di kelompok yang di ketuainya. Ketua kelompok akan segera berkordinasi bersama dengan pihak-pihak Dinas peternakan dan perikanan kabupaten Bojonegoro untuk mendiskusikan hal tersebut.

Berikut data sapi-sapi yang telah di IB di kelompok tani ternak Ustan Mandiri :

NO
Kode Ertec
Inseminasi Buatan
Hasil
Penggaduh
1
483
2x
Masih birahi lagi
Kanjin
2
473
2x
Masih birahi lagi
Sutikno
3
432
3x
Belum di ketahui
Jasman
4
486
0
0
Dasiran
5
436
3x
Masih birahi lagi
Didi cahyadi
6
428
0
0
Virgiawan Listanto
7
429
1x
Belum di ketahui
Giarto
8
498
3x
Belum di ketahui
Inarsih
9
497
2x
Birahi lagi
Kasirin
10
462
1x
Sudah bunting 7 bln
Nurhayati
11
487
4x
Belum di ketahui
Tasam
12
449
2x
Belum di ketahui
Suparji
13
491
0
0
Judi
14
452
1x
Sudah melahirkan pedet
Jarto
15
435
0
0
Suripin
16
439
1x
Belum di ketahui
Muhammad ali
17
484
1x
Belum di ketahui
Tarno
18
485
0
0
Kamsirah
19
434
2x
Belum di ketahui
Dakit
20
450
0
0
Hardi
21
476
2x
Birahi lagi
Ngari
22
499
1x
Birahi lagi
Mustihadi
23
451
2x
Berahi lagi
Sari
24
455
2x
Belum di ketahui
Nyarmin
25
482
2x
Birahi lagi
Iksan
26
477
3x
Birahi lagi
Sanur
27
500
1x
Birahi lagi
Nur arifin
28
438
1x
Belum di ketahui
Surawi
29
426
2x
Birahi lagi
Sarji