Tambakrejo, 11 Agustus 2026 bertempat di Balai Desa
Dolokgede Kecamatan, Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Dinas
Peternakan dan Perikanan yang diwakili Bidang Wasbitnak menghadiri kegiatan
Bimtek Implementasi dan Mitigasi Gas Rumah Kaca dan Kesehatan Ternak di Ustan
Mandiri Oleh BRMP bersama BRIN.
Berdasarkan tugas dan kewenangan sebagai Wasbitnak,
Pengawas Bibit Ternak, Hantoro, melaporkan bahwa populasi sapi Peranakan Ongole
di wilayah sumber bibit sebanyak 11.621 ekor, selain itu pengembangan bibit sapi yang
sesuai SNI (setandar Nasional Indonesia), Disnakan Bojonegoro telah hadir dengan
mempromosikan strow Sexing dan Brahman Reed sebagai pengembangan inovasi kawin
IB di wilayah bojonegoro.
Brahman Reed adalah sapi asli dari India dengan postur
besar dengan warna merah telingan Panjang menyerupai sapi PO tetapi warnaya
merah dengan postur badan besar.
Dengan adanya Strow sexing tersebut, para peternak dapat
meminta petugas inseminator untuk meminta kelahiran pedet sesuai yang di harapkan.
Strow X adalah benih semen beku sepermatozoa pembawa kromoson Betina, dan
Kromoson Y adalah Jantan.
Jadi menurut Wabitnak Disnakan, inovasi tersebut sudah ada
di bojonegoro dan telah di berikan kepada inseminator/ petugas kawin suntik
untuk di buat pelayanan di Masyarakat peternak di wilayahnya bojonegoro.
Selain Strow Sexing, Inovasi yang telah dilaksanakan di
bojonegoro adalag Embrio Transfer dengan keunggulanya adalah membuat pedet lahir kembar.
Informasi tersebut belum banyak di ketahui oleh para
peternak umum, sehingga masih belum popular di kalangan peternak lainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar